Pages

7.20.2011

MEMAHAMI PERBEDAAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KLASIK DAN ILMU PENGETAHUAN MODERN SERTA PERKEMBANGAN DAYA ABSTRAKSI MANUSIA


Download Makalah "Perbedaan Ilmu Pengetahuan Klasik dan Ilmu Pengetahuan Modern Serta Perkembangan Daya Abstraksi Manusia" di sini
Download Power point "Perbedaan Ilmu Pengetahuan Klasik dan Ilmu Pengetahuan Modern Serta Perkembangan Daya Abstraksi Manusia" di sini

 SINOPSIS
 Tahap Deskriptif dan Kualitatif
Kegiatan IPA dimulai dengan observasi dan pencatatan atas gejala-gejala alam yang diamati. Dari pengumpulan hasil observasi ini dapat dilihat kesamaan-kesamaan atau perbedaan-perbedaan. Kemudian timbul kebutuhan untuk menyederhanakan dengan proses klasifikasi dan stematisasi sehingga diperoleh prinsip-prinsip yang lebih mendasar dan bersifat umum.
Klasifikasi adalah proses untuk mengubah data yang terpisah menjadi data yang lebih fungsional. Misalnya kata-kata: jeruk, pisang, bola, merupakan contoh klasifikasi sederhana. Klasifikasi menyatakan kedudukan objek tertentu dalam sebuah kelas.
Di samping klasifikasi sederhana terdapat pula system klasifikasi yang lebih kompleks. Misalnya di atas akan disusun berdasarkan suatu tujuan tertentu sebagai berikut. Kalau tujuannya atas dasar dapat menggelinding maka jeruk dan bola tergolong dalam satu klasifikasi. Bila tujuan klasifikasi adalah kelompok buah-buahan maka pisang dan jeruk berada pada satu golongan.
Dalam sejarah perkembangan IPA, contoh klasifikasi yang berhasil adalah klasifikasi tumbuhan dan hewan yang membedakan spesies, genus, dan familia. Dalam kimia terdapat klasifikasi unsure yang berupa system periodic unsure yang disusun pertama kali oleh Demiri Mendelejef (1869 Rusia).
Setelah pengetahuan yang terkumpul berdasarkan klasifikasi telah cukup banyak, timbul kebutuhan untuk membandingkan. Konsep perbandingan ini merupakan konsep yang lebih tinggi dan lebih efektif.
Konsep “panas”, “panjang”, “kecil”, hanya menyatakan kedudukannya pada suatu keadaan tertentu, tetapi konsep “lebih panas”, “lebih panjang”, “lebih kecil” menggambarkan hubungan kedudukan antara objek yang satu jika dibandingkan terhadap objek yang lain.
Pernyataan “lebih panjang”, “lebih panas” dan sebagainya ini merupakan contoh suatu konsep perbandingan, kedua konsep di atas, yaitu konsep klasifikasi dan komparatif (perbandingan) masih bersifat kualitatif.
Dalam sejarah perkembangan Ilmu Kimia penggunaan metode kualitatif ini pernah menghasilkan suatu teori pembakaran yang dikenal dengan nama teori flogiston (abad ke-18). Menurut teori ini dikatakan bahwa suatu zat dapat terbakar karena zat itu mengandung “zat api” atau “flogiston”. Makin banyak suatu zat mengandung flogiston makin mudah terbakar. Arang dianggap sebagai sepenuhnya berisi flogiston.


Sekian artikel dari saya,... semoga bermanfaat bwt para reader sekalian,... dan jgn lupa berikan koment nya yaa,... Tolong bila ingin CoPas artikel di atas, ikut sertakan alamat http://mahasis-ta-wa.blogspot.com/ untuk menghargai usaha kami.... terima kasih :)

0 komentar:

Poskan Komentar