Pages

5.04.2012

Berbicara yang memukau I


Bismillah
Saya membuat tulisan ini dengan tujuan membagi ilmu dan pengalaman saya saat berbicara di depan umum. Jadi mohon tanggapan dari antum sekalian sehingga kedepannya insya Allah bisa lebih menarik.

Berbicara yang memukau I




Pengalaman pertama

            Tidak perlu berkecil hati bila saat pertama kali berbicara merasa takut dan gemetar karena Anda tidak di golongkan penakut. Hal itu sudah menjadi kenyataan umum. Semua orang pasti merasa takut saat pertama kali berbicara.
            Sebab utama perasaan takut itu hanya karena Anda tidak atau belum biasa melakukannya. Anda cukup membiasakan diri berbicara di muka umum. Dengan kata lain, Anda harus mencoba dan berlatih, tidak sulit bukan?

            Bicara bukan suatu seni yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang berbakat, melainkan termasuk jenis keterampilan yang dapat dilakukan oleh semua orang yang berminat. Syarat untuk dapat berbicara sangatlah ringan, yaitu ada niat dan kemauan untuk mencoba berbicara. Masih ragu? Baca cerita berikut ini.
            Dahulu ada seorang Indian yang menemukan sebutir telur Rajawali. Kemudian dia membawa telur tersebut ke desanya dan diletakkan di kandang ayam. Tidak lama kemudian telur tersebut menetas saat sedang dierami oleh induk ayam. Tentu saja rajawali kecil tadi mengira bahwa dirinya adalah seekor ayam juga.
            Pada suatu hari dia melihat seekor rajawali terbang bebas di angkasa. Dia berpikir bahwa dirinya hanya seekor ayam yag tentu saja tidak punya daya untuk terbang setinggi itu. Di lain hari dia kembali melihat rajawali terbang. Namun, kali ini dia mencoba untuk melakukannya walaupun dengan perasaan takut dan ternyata sayapnya kini telah membentang lebar membawanya ke samudra langit yang tinggi.”Eeee,,…. Ternyata aku bisa terbang. Aduh senangnya, mengapa tidak dari kemarin saja aku mencoba ?” kata anak rajawali yang memang mempunyai bakat untuk terbang.
            Apa arti cerita tersebut? Seandainya anak rajawali tadi takut untuk mencoba terbang, selamanya dia tidak akan bias terbang. Demikian pula Anda. Anda punya bakat berbicara. Dengan bakat itu, kalau Anda niat dan mau berlatih, Anda pasti mampu berbicara.

Macam – macam cara berbicara

Ada empat macam cara berbicara :
1. Membaca naskah
            Tentu mata hanya tertuju pada naskah teks sehingga pendengar merasa tidak diakui keberadaannya.
2. Mengahapal
            Perhatian yang diberikan kepada penonton sudah sep, namun terdapat resiko yang lebih besar daripada yang membaca naskah, yaitu saat Anda tidak hapal lanjutan naskahnya dan itu berarti “kiamat” bagi pembicara. Biasanya pembicara akan mengetakan na nu na nu, eeehhmm, ckckck.
3. Spontanisasi
            Pembicara biasanya melakukan pembicaraan tanpa membuat kerangka terlebih dahulu sehingga materi yang disampaikan iku ngawur karena hanya berdasarkan pengalaman tanpa di kokohi fakta yang aktual.
4. Menjabarkan kerangka
            Nah ini yang sep, pembicara yang satu ini hanya mengahapal kerangka atau penyusun dasarnya saja. Berbeda dengan spontanisasi, cara yang satu ini akan lebih terarah dan tidak menimbulkan na nu na nu. Ibarat kerangaka manusia yang fungsinya membentuk badan manusia. Kalo manusia hidup tanpa kerangka, jadi tapai ae lagi.


Bekal berbicara

Apa bekal orang berbicara ? menurut saya ada empat jenis yaitu pengetahuan, ketulusan, semangat, dan praktik.
Bagaimana menyiapkan bekal pengetahuan ?
Anda bisa membaca buku yang relevan, mengadakan diskusi sekitar topik yang akan disiapkan, wawancara kepada orang yang lebih tahu.
Tapi tahukah bahwa bekal pengetahuan ternikmat itu adalah pengalaman pribadi ?. karena saat bercerita mengenai pengalaman pribadi, pendengar tidak lebih tahu bahkan mungkin hanya pembicaralah yang paling tahu mengenai kejadiannya. Tentu saja pengalaman pribadi yang disampaikan harus sesuai dengan topik pembicaraan.
Apabila pengetahuan udah joss, maka Anda harus menyampaikan pengetahuan tadi dengan tulus. Jangan sampai Anda ragu – ragu dengan yang Anda bicarakan, karena hal itu akan mengundang keraguan pendengar, dan otomatis pendengar akan mempertanyakan keabsahan materi yang kita sampaikan.
Kalo yang semangat, sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi.
Yang terakhir adalah bekal penutup atau bisa dibilang pemantapan, praktik
Dapatkah demam panggung disembuhkan ? “penyakit” yang mengerikan itu dapat dicegah datangnya. Caranya ternyata amat mudah, yaitu praktik berbicara. Pengetahuan, ketulusan, semangat sebagai belal berbicara itu dicoba diterapkan dalam praktik. Semakin sering Anda mempraktikkannya, semakin terbiasa Anda berbicara, maka semakin tidak terasa penyakit mengenaskan tadi. Simak cerita berikut
            Dahulu kala  di suatu negeri yang tengah dilanda perang, semua anak jarang keluar rumah karena ketakutan oleh bom – bom yang mengguyur negeri tersebut. Hampir 20 tahun lamanya mereka belum berani keluar rumah
            Suatu hari ada seorang anak yang terserang penyakit mematikan. Orang tuanya kalang kabut namun apa daya, mereka tidak berani keluar rumah. Tetapi tentu saja cinta orang tua kepada anaknya lebih besar daripada cintanya terhadap diri sendiri, sehingga mereka nekad keluar rumah hanya demi mencari obat untuk sang anak.
Gempuran peluru yang membabi buta telah membayangi pikiran mereka sehingga mereka langsung lari secepatnya semenjak keluar dari rumah menuju balai pengobatan.


Penampilan prima saat berbicara

Contoh perilaku normal saat hendak berbicaradi depan umum
Harus berpakaian bersih, rapi, dan sesuai.
Dalam hal menuju mibar, melangkahlah dengan tenang dan jangan dibuat – buat.
Begitu sampai di mimbar, jangan langsung berbicara. Diam dahulu sekitar dua puluh detik dan tenangkan diri sambil membina kontak batin dengan pendengar. Caranya adalah memandang semua pendengar, baik yang duduk di sebelah kiri maupun di sebelah kanan, baik yang duduk di depan maupun yang ada di belakang. Pandangan yang merata ini perlu diserti senyum ceria. Meski hanya sekedar senyum, namun pengaruhnya luar biasa.
Satu lagi yang penting yaitu kesiapan alat.

Intonasi
Lafal harus jelas. Artinya, ucapan kata demi kata harus terdengar jelas. Terutama jika menyebut nama orang, nama tempat, dan hal – hal lain yang perlu mendapat perhatian khusus.
Intonasi harus serasi yaitu terkait tekanan(keras – lemahnya suara), nada(tinggi – rendahnya nada), tempo(cepat – lambatnya berucap), dan jeda(perhentian atau diam sesaat).
Sebaiknya pembicara menghindari bentuk tegun ( em, eh, apa, apa itu).




Contoh kreasi bicara yang insya Allah menambah ketertarikan pendengar :

Di awali dengan pengucapan shalawat meski bukan ceramah.

Sesaat sebelum memulai bicara, sisipkan sedikit bahasa Inggris,
            I want to tell u about my makalah yang bertitle ….
            I have some cerita interesting yang maybe berhubungan with ….
            Okay class, mau cerita lebih lanjut? Mari kita simak, lets cekidot!

Plus humor :
OVJ     diceritaken,….
            langsung saja ke TKP
Silet     mari kita kupas setajam silet
Sulap   dibantu yaaa,…
simsalabim jadi apa prok prok prok!
saatnya saya bilang SEMPURNA
Uya     katakan apa yang ingin anda katakan tapi jangan dikatakan bila itu adalah sebuah rahasia yang tidak boleh untuk dikatakan.

Melakukan aktivitas yang unik tapi berhubungan dengan pembicaraan :
Memperagakan bahwa bumi itu bulat dengan memutar tangan cepat.
Memperagakan bagaimana suatu benda jatuh  terpantul di tanah dengan menggelombangkan tangan.
Dan hal – hal unik lainnya.

Membuat suatu karakteristik bicara tersendiri :
Berdehem saat jeda.
Mengatakan “iya” pada akhir kalimat pernyataan.


Sekian artikel dari saya,... semoga bermanfaat bwt para reader sekalian,... dan jgn lupa berikan koment nya di box shout mix(sebelah kanan) yaa,... Tolong bila ingin CoPas artikel di atas, ikut sertakan alamat http://mahasis-ta-wa.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar