Pages

8.28.2011

Penetapan 1 syawal 1432 H


Bismillahir rahmanir rahiim
Assalmu’alaikum wr. wb.
Dalam catatan ana yang kedua ini, ana mau  mengshare informasi – informasi serta ilmu yang ana peroleh mengenai penetapan 1 syawal 1432 H….
Di sini ana harapkan  dapat  mengurangi kebimbangan teman – teman sekalian….
Sebagaimana yang kita ketahui pada zaman Rasulullah saw., beliau menggunakan metode ru’yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal yaitu melihat bulan dengan mata telanjang(tanpa bantuan alat).
sesuai dengan hadits yang berbunyi :
“Hilal (bulan) syawal tertutup oleh mendung bagi kami sehingga kami tetap berpuasa pada keesokan harinya. Menjelang sore hari datanglah beberapa musafir dari Mekkah ke Madinah. Memberikan kesaksian di hadapan Nabi Muhammad saw bahwa mereka telah melihat hilal kemarin(sore). Maka Rasulullah saw memerintahkan mereka (kaum muslimin) untuk segera berbuka dan melaksanakan sholat ‘Ied pada keesokan harinya”. (HR. Ahmad dishahihkan oleh Ibnu Mundir dan Ibnu Hazm).
Nah, dari hadits di atas jelas diterangkan bahwa 1 syawal tiba apabila bulan terlihat pada hari sebelumnya. Menurut berita yang ana dengar dari seseorang yang di tunjuk sebagai hakim sidang oleh pemerintah, beliau menerangkan (pada saat itu beliau melaksanakan tausiyah di masjid al-mujahidin setelah shalat tarawih) bahwa pada tanggal 29 Agustus pemerintah akan menempatkan beberapa orang pada tempat – tempat dimana masyarakat sering melihat bulan. Dalam hal ini, pemerintah dan NU melakukan ru’yah(melihat bulan) namun dengan bantuan beberapa alat seperti teropong, dkk.
Kita semua tahu bahwa islam adalah agama yang universal(berlaku pada setiap zaman) dan zaman pun akan terus berubah seiring dengan majunya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Bila pada zaman Rasulullah saw tidak terdapat alat bantu yang lebih mengefesienkan dalam melihat bulan, sekarang dengan adanya teropong kita di beri kemudahan oleh Allah untuk melihat hilal. Namun setiap apapun yang berasal dari manusia pasti memiliki kelemahan. Berdasarkan penelitian, sampai saat ini dengan bantuan alat tercanggih sekalipun, bulan hanya akan terlihat apabila posisinya di atas 2o. sedangkan di bawah 2o, menurut teori bulan tidak dapat dilihat apalagi dengan kasat mata. Selain itu, kita semua juga merasakan bahwa Banjarmasin pada malam hari cuacanya mendung(berawan) sehingga hal itu akan mengganggu penglihatan kita.
Baru subuh tadi ana mendengar kabar bahwa “bila dalam sidang istbad tidak  mengahsilka tanggal yang tepat, maka hari raya ditiadakan”(maaf, kalau ada yang tersinggung). Bagaimana mungkin bisa hari raya ditiadakan, sedangkan shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang berarti sunnah yang sangat di anjurkan oleh Rasulullah saw.
Pertanyaannya adalah, bagaimana seharusnya sikap seorang muslim tehadap keadaan tersebut?
dalam suatu hadits dikatakan :
“Janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal, jangan pula kalian berbuka hingga melihatnya(hilal), jika kalian terhalangi awan, maka sempurnakanlah hitungannya menjadi tiga puluh hari.”(HR. Bukhari no. 1773, Muslim no. 1795, al-Nasai no. 2093; dari Abdullah bin Umar ra.)
Dari penjelasan hadits di atas dapat kita simpulkan bahwa bila dengan kemampuan kita yang sekarang ini, pada hari ke-29 Ramadhan tidak juga terlihat bulan maka bulatkanlah hari pada bulan Ramadhan menjadi 30 hari.
Apabila 1 syawal di tentukan dengan melihat hilal pada hari ke-29 Ramadhan, bagaimana cara orang – orang islam membuat kalender Hijriah setahun sebelumnya???
Nah, kembali ke pernyataan awal bahwa islam itu indah
islam itu universal sehingga makna ru’yah bukan hanya melihat dengan kasat mata dan menggunakan teropong dkk, tetapi juga melihat dengan ilmu(kita kenal dengan metode hisab). Dalam Alqur’an sangat jelas di katakana bahwa Allah sangat menyukai orang – orang yang berilmu lagi membagikannya. Allah berfirman :
“Wahai orang – orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu,”berilah kelapangan di dalam majelis – majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,”berdirilah kamu.” Maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang – orang yang beriman di antaramu dan orang – orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti atas apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Al-Mujadalah:11)

sudah banyak sekali bertebaran para ahli falaq di muka bumi ini. Dengan ilmu astronominya, mereka bisa mengetahui posisi bulan sampai 100 tahun kedepan!. Oleh karena itu Muhammadiyah berani dan yakin untuk menetapkan 1 syawal bertepatan pada tanggal 30 Agustus 2011
Sebenarnya, semua ahli falaq di NU, DepAg, dkk sudah meneliti dan menyimpulkan hal yang sama seperti Muhammadiyah. Namun, mereka masih menunggu kepastian ru’yah langsung pada tanggal 29 agustus 2011.
Menurut hasil penelitian dengan hisab, pada tanggal 29 Agustus 2011 bulan akan terlihat 1,8o. Artinya, secara teori bulan tidak akan terlihat meskipun sudah muncul (pada pembahasan di atas sudah di jelaskan). Sehingga kemungkinan besar DepAg akan menetapkan tanggal 31 Agustus sebagai 1 syawal(ini masih prediksi lo).
Kejelasan terlihatnya bulan pada tanggal 29 Agustus 2011


keterangan :
Merah : bulan tidak muncul
Putih    : bulan muncul tapi tidak terlihat kasat mata
Biru     : bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu optic
Magenta: bisa dilihat dengan mata telanjang
Hijau   : sangat mudah dilihat dengan mata telanjang


Kejelasan terlihatnya bulan pada tanggal 30 Agustus 2011
keterangan :
Merah : bulan tidak muncul
Putih    : bulan muncul tapi tidak terlihat kasat mata
Biru     : bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu optic
Magenta: bisa dilihat dengan mata telanjang
Hijau   : sangat mudah dilihat dengan mata telanjang

keterangan di atas merupakan hasil perhitugan dari Muhammad Odeh

okey,…
walaupun kita berbeda pendapat tentang penetapan 1 syawal, tapi kita harus teguh pada keimanan dan persaudaraan antar umat islam….
caiyoo,…

sekian dulu ya,..
untuk sekarang, hanya segini catatan yang bisa saya buat , hanya segini ilmu dan informasi yang saya berikan. Harapan ana, walaupun penuh dengan ke-“hanya segini”-an, semoga bisa bermanfaat bagi saudara – saudara sekalian,…
amin..
mohon maaf atas segala kekurangan
wassalamu’alaikun wr. wb.


Sekian artikel dari saya,... semoga bermanfaat bwt para reader sekalian,... dan jgn lupa berikan koment nya yaa,... Tolong bila ingin CoPas artikel di atas, ikut sertakan alamat http://mahasis-ta-wa.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar